Selasa, 16 September 2008

Islam memandang MLM

Multi Level Marketing dalam Perspektif Fiqih Islam
Oleh : Agustianto

Pakar marketing ternama Don Failla, membagi marketing menjadi tiga
macam. Pertama, retail (eceran), Kedua, direct selling (penjualan
langsung ke konsumen), Ketiga multi level marketing (pemasaran
berjenjang melalui jaringan distribusi yang dibangun dengan
memposisikan pelanggan sekaligus sebagai tenaga pemasaran).
Kemunculan trend strategi pemasaran produk melalui sistem MLM di
dunia bisnis modern sangat menguntungkan banyak pihak, seperti
pengusaha (baik produsen maupun perusahaan MLM).Hal ini disebabkan
karena adanya penghematan biaya dalam iklan, Bisnis ini juga
menguntungkan para distributor yang berperan sebagai simsar (Mitra
Niaga) yang ingin bebas (tidak terikat) dalam bekerja.
Sistem marketing MLM yang lahir pada tahun 1939 merupakan kreasi
dan inovasi marketing yang melibatkan masyarakat konsumen dalam
kegiatan usaha pemasaran dengan tujuan agar masyarakat konsumen
dapat menikmati tidak saja manfaat produk, tetapi juga manfaat
finansial dalam bentuk insentif, hadiah-hadiah, haji dan umrah,
perlindungan asuransi, tabungan hari tua dan bahkan kepemilikan
saham perusahaan.( Ahmad Basyuni Lubis, Al-Iqtishad, November 2000)
.
Perspektif Islam
Bisnis dalam syari'ah Islam pada dasarnya termasuk kategori muamalat
yang hukum asalnya adalah boleh berdasarkan kaedah Fiqh,"Al-Ashlu
fil muamalah al-ibahah hatta yadullad dalilu `ala tahrimiha (Pada
dasarnya segala hukum dalam muamalah adalah boleh, kecuali ada
dalil/prinsip yang melarangnya)
Islam memahami bahwa perkembangan budaya bisnis berjalan begitu
cepat dan dinamis. Berdasarkan kaedah fikih di atas, maka terlihat
bahwa Islam memberikan jalan bagi manusia untuk melakukan berbagai
improvisasi dan inovasi melalui sistem, teknik dan mediasi dalam
melakukan perdagangan.
Namun, Islam mempunyai prinsip-prinsip tentang pengembangan sistem
bisnis yaitu harus terbebas dari unsur dharar (bahaya), jahalah
(ketidakjelasan) dan zhulm ( merugikan atau tidak adil terhadap
salah satu pihak). Sistem pemberian bonus harus adil, tidak
menzalimi dan tidak hanya menguntungkan orang yang di atas. Bisnis
juga harus terbebas dari unsur MAGHRIB, singkatan dari lima unsur.
1, Maysir (judi), 2, Aniaya (zhulm), 3. Gharar (penipuan), 4
Haram,5, Riba (bunga), 6. Iktinaz atau Ihtikar dan 7. Bathil.
Kalau kita ingin mengembangkan bisnis MLM, maka ia harus terbebas
dari unsur-unsur di atas. Oleh karena itu, barang atau jasa yang
dibisniskan serta tata cara penjualannya harus halal, tidak haram
dan tidak syubhat serta tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip
syari'ah.di atas..
MLM yang menggunakan strategi pemasaran secara bertingkat
(levelisasi) mengandung unsur-unsur positif, asalkan diisi dengan
nilai-nilai Islam dan sistemnya disesuaikan dengan syari'ah Islam.
Bila demikian, MLM dipandang memiliki unsur-unsur silaturrahmi,
dakwah dan tarbiyah. Menurut Muhammad Hidayat, Dewan Syari'ah MUI
Pusat, metode semacam ini pernah digunakan Rasulullah dalam
melakukan dakwah Islamiyah pada awal-awal Islam. Dakwah Islam pada
saat itu dilakukan melalui teori gethok tular (mulut ke mulut) dari
sahabat satu ke sahabat lainnya. Sehingga pada suatu ketika Islam
dapat di terima oleh masyarakat kebanyakan.( Lihat, Azhari Akmal
Tarigan, Ekonomi dan Bank Syari'ah, FKEBI IAIN, 2002, hlm. 30)
Bisnis yang dijalankan dengan sistem MLM tidak hanya sekedar
menjalankan penjualan produk barang, tetapi juga jasa, yaitu jasa
marketing yang berlevel-level (bertingkat- tingkat) dengan imbalan
berupa marketing fee, bonus, hadiah dan sebagainya, tergantung
prestasi, dan level seorang anggota. Jasa marketing yang bertindak
sebagai perantara antara produsen dan konsumen. Dalam istilah fikih
Islam hal ini disebut Samsarah / Simsar. (Sayyid Sabiq, Fikih
Sunnah, jilid II, hlm 159)
Kegiatan samsarah dalam bentuk distributor, agen, member atau
mitra niaga dalam fikih Islam termasuk dalam akad ijarah, yaitu
suatu transaksi memanfaatkan jasa orang lain dengan imbalan,
insentif atau bonus (ujrah) Semua ulama membolehkan akad seperti
ini (Fikih Sunnah, III, hlm 159).
Sama halnya seperti cara berdagang yang lain, strategi MLM harus
memenuhi rukun jual beli serta akhlak (etika) yang baik. Di samping
itu komoditas yang dijual harus halal (bukan haram maupun syubhat),
memenuhi kualitas dan bermafaat. MLM tidak boleh memperjualbelikan
produk yang tidak jelas status halalnya. Atau menggunakan modus
penawaran (iklan) produksi promosi tanpa mengindahkan norma-norma
agama dan kesusilaan.
1. /falah.
Insentif dan penghargaan
Perusahaan MLM biasa memberi reward atau insentif pada
mereka yang berprestasi. Islam membenarkan seseorang mendapatkan
insentif lebih besar dari yang lainnya disebabkan keberhasilannya
dalam memenuhi target penjualan tertentu, dan melakukan berbagai
upaya positif dalam memperluas jaringan dan levelnya secara
produktif. Kaidah Ushul Fiqh mengatakan:" Besarnya ijrah (upah) itu
tergantung pada kadar kesulitan dan pada kadar kesungguhan. "
Penghargaan kepada Up Line yang mengembangkan jaringan
(level) di bawahnya (Down Line) dengan cara bersungguh-sungguh,
memberikan pembinaan (tarbiyah, pengawasan serta keteladanan
prestasi (uswah) memang patut di lakukan. Dan atas jerih payahnya
itu ia berhak mendapat bonus dari perusahaan, karena ini selaras
dengan sabda Rasulullah:" "Barangsiapa di dalam Islam berbuat suatu
kebajikan maka kepadanya diberi pahala, serta pahala dari orang yang
mengikutinya tanpa dikurangi sedikitpun"( hadist).
Intensif diberikan dengan merujuk skim ijarah. Intensif ditentukan
oleh dua kriteria, yaitu dari segi prestasi penjualan produk dan
dari sisi berapa berapa banyak down line yang dibina sehingga ikut
menyukseskan kinerja. ý
Dalam hal menetapkan nilai insentif ini, ada tiga syarat syari'ah
yang harus dipenuhi, yakni:adil, terbuka, dan berorientasi falah
(keuntungan dunia dan akhirat). Insentif (bonus) seseorang (Up
line ) tidak boleh mengurangi hak orang lain di bawahnya (down
line), sehingga tidak ada yang dizalimi. Sistem intensif juga harus
transparan diinformasikan kepada seluruh anggota, bahkan dalam
menentukan sistemnya dan pembagian insentif (bonus), para anggota
perlu diikutsertakan, sebagaimana yang terjadi di MLM Syari'ah Ahad-
Net Internasional. Dalam hal ini tetap dilakukan musyawarah,
sehingga penetapan sistem bonus tidak sepihak. Selanjutnya,
keuntungan dalam bisnis MLM, berorientasi pada keuntungan duniawi
dan ukhrawi. Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin mengatakan bahwa
keuntungan dalam Islam adalah keuntungan dunia dan akhirat.
Keuntungan akhirat maksudnya, bahwa dengan menjalankan bisnis itu,
seseorang telah dianggap menjalankan ibadah, (asalkan bisnisnya
sesuai dengan syari'ah). Dengan bisnis, seseorang juga telah
membantu orang lain dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Penting disadari, pemberian penghargaan dan cara menyampaikannya
hendaknya tetap dalam koridor tasyakur, untuk menghindarkan
penerimanya dari takabur (bangga/sombong) dan kufur nikmat, apalagi
melupakan Tuhan. MLM yang Islami senantiasa berpedoman pada akhlak
Islam..
Sebagaimana disebut di atas bahwa penghargaan yang diberikan kepada
anggota yang sukses mengembangkan jaringan, dan secara sungguh-
sunguh memberikan pembinaan (tarbiyah), pengawasan serta keteladanan
prestasi (uswah), harus selaras dengan ajaran agama Islam. Karena
itu, applause ataupun gathering party yang diberikan atas
prestasi seseorang, haruslah sesuai dengan nilai-nilai aqidah dan
akhlak. Ekspressi penghargaan atas kesuksesan anggota MLM, tidak
boleh melampaui batas (bertantangan dengan ajaran Islam). Applause
yang diberikan juga tidak boleh mengesankan kultus individu,
mendewakan seseorang. Karena hal itu dapat menimbulkan penerimanya
menjai takabbur, dan `ujub. Perayaan kesuksesan seharusnya
dilakukan dalam bingkai tasyakkur. (Lihat, Drs.H.Muhammad Hidayat,
MBA, Analisis Teoritis Normatif MLM dalam Perspektif Muamalah, 2002)
Karena itu pula, Islam sangat mengecam seseorang yang dalam
menjalankan aktivitas bisnis dan perdagangannya semakin jauh dari
nilai-nilai ketuhanan. Firman Allah, " Mereka tidak lalai dari
mengingat Allah dalam melakukan bisnis dan jual beli. Mereka
mendirikan shalat dan membayar zakat"… (QS.24:37)
Dari ayat tersebut dapat ditarik pemahaman bahwa seluruh
aktivitas bisnis tidak boleh melupakan Tuhan dan jauh dari nilai-
nilai keilahian, baik dalam kegiatan produksi, distribusi, strategi
pemasaran, maupun pada saat menikmati kesuksesan (menerima
penghargaan dan applause).
Jadi, dalam menjalankan bisnis MLM perlu diwaspadai dampak negatif
psikologis yang mungkin timbul, sehingga membahayakan kepribadian,
seperti yang dilansir Dewan Syari'ah Partai Keadilan, yaitu adanya
eksploitasi obsesi yang berlebihan untuk mencapai terget jaringan
dan penjualan. Karena terpacu oleh sistem ini, suasana yang tak
kondusif kadang mengarah pada pola hidup hura-hura ala jahiliyah,
seperti ketika mengadakan acara pertemuan para members .
Kewajaran harga produk
Setiap perdagangan pasti berorientasi pada keuntungan. Namun Islam
sangat menekankan kewajaran dalam memperoleh keuntungan tersebut.
Artinya, harga produk harus wajar dan tidak dimark up sedemikian
rupa dalam jumlah yang amat mahal, sebagaimana yang banyak terjadi
di perusahaan bisnis MLM saat ini. Sekalipun Al-quran tidak
menentukan secara fixed besaran nominal keuntungan yang wajar dalam
perdagangan, namun dengan tegas Al-quran berpesan, agar pengambilan
keuntungan dilakukan secara fair, saling ridha dan menguntungkan.
Firman Allah :
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta
sesamamu dengan jalan bathil, kecuali dengan jalan perniagaan yang
saling ridha di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu,
sesungguhnya Allah maha Penyayang kepadamu. )QS.4:29).


Dalam konteks ini, tidak sedikit masyarakat yang berpendapat bahwa
produk yang ditawarkan perusahaan MLM sangat mahal dan terlalu
eksklusif, sehingga kerap kali memberatkan anggota yang berada di
level bawah (down line) serta masyarakat pemakai dan sangat
menguntungkan level di atasnya (up line). Seringkali harga produk
dimark up sampai dua bahkan tiga kali lipat dari harga yang
sepatutnya. Hal ini seharusnya dihindari, karena cara ini adalah
mengambil keuntungan dengan cara yang bathil, karena mengandung
unsur kezaliman, yakni memberatkan masyarakat konsumen.
Penetapan harga yang terlalu tinggi dari harga normal, sehingga
memberatkan konsumen, dapat dianalogikan dengan ghabn, yaitu menjual
satu barang dengan harga tinggi dari harga pasar.

12 syarat agar MLM menjadi syari'ah

1. Produk yang dipasarkan harus halal, thayyib (berkualitas) dan
menjauhi syubhat (Syubhat adalah sesuatu yang masih meragukan).
2. Sistem akadnya harus memenuhi kaedah dan rukun jual beli
sebagaimana yang terdapat dalam hukum Islam (fikih muamalah)
3. Operasional, kebijakan, corporate culture, maupun sistem
akuntansinya harus sesuai syari'ah.
4. Tidak ada excessive mark up harga barang (harga barang di mark up
sampai dua kali lipat), sehingga anggota terzalimi dengan harga yang
amat mahal, tidak sepadan dengan kualitas dan manfaat yang diperoleh.
5. Struktur manajemennya memiliki Dewan Pengawas Syari'ah (DPS) yang
terdiri dari para ulama yang memahami masalah ekonomi.
6. Formula intensif harus adil, tidak menzalimi down line dan tidak
menempatkan up line hanya menerima pasif income tanpa bekerja, up
line tidak boleh menerima income dari hasil jerih payah down linenya.
7. Pembagian bonus harus mencerminkan usaha masing-masing anggota.
8. Tidak ada eksploitasi dalam aturan pembagian bonus antara orang
yang awal menjadi anggota dengan yang akhir
9. Bonus yang diberikan harus jelas angka nisbahnya sejak awal.
10. Tidak menitik beratkan barang-barang tertier ketika ummat masih
bergelut dengan pemenuhan kebutuhan primer.
11. Cara penghargaan kepada mereka yang berprestasi tidak boleh
mencerminkan sikap hura-hura dan pesta pora, karena sikap itu
tidak syari'ah. Praktik ini banyak terjadi pada sejumlah perusahaan
MLM.
12. Perusahaan MLM harus berorientasi pada kemaslahatan ekonomi
ummat.

Missi Syari'ah
Usaha bisnis MLM, (khususnya yang dikelola oleh kaum muslimin),
seharusnya memiliki misi mulia dibalik kegiatan bisnisnya. Di antara
misi mulia itu adalah :

1. Mengangkat derjat ekonomi ummat melalui usaha yang sesuai dengan
tuntunan syari'at Islam.
2. Meningkatkan jalinan ukhuwah ummat Islam di seluruh dunia
3. Membentuk jaringan ekonomi ummat yang berskala internasional,
baik jaringan produksi, distribusi maupun konsumennya sehingga dapat
mendorong kemandirian dan kejayaan ekonomi ummat.
4. Memperkokoh ketahanan akidah dari serbuan idiologi, budaya dan
produk yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islami.
5. Mengantisipasi dan mempersiapkan strategi dan daya saing
menghadapi era globalisasi dan teknologi informasi.
6. Meningkatkan ketenangan konsumen dengan tersedianya produk-produk
halal dan thayyib.

Kamis, 21 Agustus 2008

Shark Cartilage itu ini maksudnya

Tulang ikan Hiu Atasi Kanker dan RematikJessie Arbogast-bocah lelaki berusia 8 tahun-tak pernah mengira liburannya berubah menjadi neraka. Ketika pertengahan Juli tahun lalu, ia bermain air di pantai yang cuma setinggi lutut di Pantai Nasional Kepulauan Gulf di Florida tiba-tiba diserang ikan hiu sepanjang 2,1 meter. Bagian lengan dari bahu ke siku dicabik, begitu juga daging pada bagian paha.

Membayangkan ikan hiu, the shark, yang terlintas adalah mahluk ganas bergigi tajam, gemar memangsa hewan lain, bahkan manusia. Namun luput dari perkiraan bila dibalik bayangan yang menakutkan itu tersimpan manfaat bagi kehidupan manusia. Kecuali siripnya yang lezat dimakan (di Cina bahkan dijadikan "panganan wajib" kalangan istana sejak dinasti Ching), tulang rawannya berkhasiat menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Hiu termasuk hewan bertulang belakang, namun seluruhnya justru terdiri dari tulang rawan (cartilage), dengan kata lain, hiu tidak mempunyai tulang pada tubuhnya. Dalam tulang rawan hiu terkandung protein, kalsium, fosfor, karbohidrat, air, serat, lemak serta komponen alamiah lainnya sebagai nutrisi. Sebaliknya, pada tulang rawan tersebut tidak ditemukan unsur-unsur heavy metal -bukan sejenis aliran musik- tapi unsur-unsur seperti seng, tembaga, merkury, nikel dan sejenisnya yang cenderung berbahaya bagi manusia.Melihat kandungan zat serupa, para ahli berkesimpulan, tulang rawan hiu tidak beracun dan tidak memiliki efek sampingan, hingga aman dikonsumsi. Badan Pengatur Obat dan Makanan Amerika (FDA), sejak 1993, mengeluarkan izin khusus untuk pemakaian tulang rawan hiu sebagi penunjang pengobatan alternatif. Berdasarkan penelitian secara klinis, tulang rawan hiu dinyatakan mampu menjaga pertumbuhan dan penyebaran sel tumor, membantu mengurangi rasa sakit dan nyeri pada tulang, membantu menghindari penyakit rematik, memperkuat dan menjaga fungsi tulang, membantu menghilangkan rasa pegal dan encok, menjaga kesehatan dan fasilitas tubuh serta menghindari kelainan tulang belakang yang bengkok. Penelitian tulang rawan ikan hiu pada penyakit sendi dan rematik dipelopori oleh ahli bedah tulang Dr John Pruden dari Harvard. Penelitian awal menunjukkan 25 pasien dari 28 pasien yang menderita rematik artristis berat disertai dengan gangguan fungsi pergerakan setelah disuntik tulang rawan selama 3-8 minggu menunjukkan hasil yang cukup baik. Hal ini disebabkan tulang rawan hiu mengandung protein untuk menggantikan protein kolagen yang rusak pada persendian penyakit rematik. Tulang rawan hiu sudah lama pula dikenal sebagai makanan sehat oleh masyarakat Cina yang dimakan dalam bentuk bubur yang mengakibatkan kesegaran tubuh dan aktivitas yang lebih. Dr Lane Phd, seorang ahli nutrisi laut dari Cornell University Amerika Serikat yang mengembangkan dan mengadakan penelitian terhadap tulang rawan hiu, mendapatkan banyak kemajuan klinis yang didapat bila penderita rematik (gangguan pada sendi) atau kanker mengkonsumsi tulang rawan hiu. Akhirnya didapatkan hipotesa anti inflamsi dan anti angio genesis merupakan faktor utama tulang rawan hiu yang menyebabkan makanan ini dapat dipakai untuk penyakit tulang dan kanker. Seperti diketahui, dalam penyakit rematik yang utama (pengapuran tulang, keropos tulang, asam urat dan rematik artritis ) keluhan yang paling sering adalah nyeri dan pembengkakan (inflamasi). Nyeri dan pembengkakan terjadi karena pelepasan dari zat-zat kimia yang disebut dengan IL-1 (interlekin satu) dan TNF (Tumor Necrosing Factor) setelah mendapat injury, luka-luka, mikro maupun secara terus menerus. Jadi setelah mengetahui asal muasal penyakit maka untuk menghasilkan konservasi sendi yang optimal diperlukan pengetahuan yang baik mengenai anatomis sendi, faktor resiko yang memperburuk selaput tulang sendi serta perawatan selaput tulang rawan sendi tersebut. Sebagai makhluk sosial kita memerlukan mobilitas yang baik, maka pasti besar atau kecil terdapat luka-luka pada sendi yang terus menerus terutama bila aktivitas olah raga makin meningkat. Mengingat sifat dari selaput tulang rawan sendi tersebut tidak banyak mendapat konsumsi makanan dari darah karena tidak dialiri oleh pembuluh darah, karenanya diperlukan konsumsi bahan makanan seperti tulang rawan ikan hiu yang sekarang sudah banyak dikemas dalam konsumsi makanan "siap pakai". Tidak ada salahnya Anda mencoba.

Artikel ikan Hiu/Shark
Klasifikasi dan morfologi
Ikan hiu terklasifikasi ke dalam subkelas Elasmobranchii dan kelas Pisces. Ikan hiu memiliki bentuk tubuh yang bervariasi, tergantung dari spesiesnya. Hiu tidak memiliki tutup insang yang berfungsi untuk memompa air ke rongga insang. Kulit hiu memiliki sisik-sisik halus yang disebut dermal denctile. Jaringan daging dan gigi ikan hiu menempel langsung pada lapisan kulit. Ikan hiu memiliki sirip dorsal, sirip kaudal, sirip anal, sirip pelvik dan sirip pektoral.
Habitat dan penyebaran
Habitat Ikan hiu umumnya adalah di laut. Hiu umumnya ditemukan di perairan dalam berkarang dengan dasar yang tidak terlalu terjal.
Pemanfaatan ikan hiu, komposisi berat dan gizi
Ukuran dan berat ikan hiu sangat bervariasi, tergantung dari jenis hiu dan habitatnya. Berat rata-rata badan hiu sekitar 51% dari berat totalnya. Persentase daging fillet sekitar 42% dan bagian kepala sekitar 24%. Sirip hiu umumnya hanya 5%, hati hiu 7% dan usus hiu 20% dari total berat. Kandungan zat gizi daging ikan hiu terdiri dari air 73,6-79,6%, protein 16,3-21,7%, lemak 0,1-0,3% dan mineral 0,6-1,8%.Tabel 1. kandungan gizi daging beberapa jenis hiu
Jenis hiu
Air
Protein
Lemak
Mineral
Heterodontus francisci
79,6
17,7
0,3
1,8
Carcharhinus branchyurus
75,8
18,9
0,1
0,6
Carcharodon carcharias
76,9
19,9
0,3
1,3
Shyrna blochii
75,6
21,6
0,2
1,6
Galeocerdo cuvier
79,4
16,3
0,1
0,6
Carcharhinus falciformis
73,6
21,7
-
1,2
Bagian tubuh ikan hiu yang bernilai ekonomis tinggi adalah :
Sirip hiu
Pemotongan sirip dilakukan secara hati-hati agar diperoleh sirip yang berkualitas tinggi. Sirip dipotong tanpa menyertakan dagingnya. Sirip yang baru dipotong tidak dapat langsung diolah. Oleh karena itu sirip perlu diawetkan. Pengawetan sirip dapat dilakukan dengan cara pembekuan, pengeringan, penggaraman atau pengapuran.
Kulit ikan hiu
Kulit ikan hiu dapat dimanfaatkan sebagai produk berbahan kulit atau makanan kerupuk. Pengulitan ikan hiu sebaiknya dilakukan segera setelah penangkapan hiu. Kulit ikan hiu melekat kuat pada daging sehingga proses pengulitan agak sukar. Pengulitan dimulai dengan penyayatan bagian punggung ikan dengan kedalaman sayatan sekitar 2-4 cm. Selanjutnya kulit dibersihkan dari sisa-sisa daging yang masih menempel. Tindakan selanjutnya adalah pengawetan kulit ikan. Pengawetan kulit dapat dilakukan dengan cara pengeringan atau penggaraman. Setelah melalui proses pengawetan, kulit dapat disamak.
Daging hiu
Daging ikan hiu umumnya dimanfaatkan dengan cara pengasinan, pengasapan dan pemindangan. Pemanfaatan daging ikan hiu masih terbatas dikarenakan dagingnya yang beraroma tidak enak. Daging ikan hiu umumnya diolah menjadi dendeng, abon, daging lumat, surimi hiu, bakso, sosis dan tepung daging.
Hati hiu
Hati ikan hiu kaya akan minyak hati. Pada beberapa spesies hiu, kandungan minyak hati dapat mencapai 80 %. Minyak hati banyak mengandung vitamin A dan skualen. Skualen dapat dimanfaatkan sebagai bahan kosmetika.
Bagian tubuh Lainnya
Tulang ikan hiu kaya akan kolagen. Tulang hiu umumnya dimanfaatkan sebagai lem, tepung tulang atau kerajinan. Tulang hiu yang diekstrak dapat menghasilkan kondroitin. Kondroitin dapat dimanfaatkan untuk obat tetes mata dan mencegah penuaan sel. Gigi ikan hiu umumnya dimanfaatkan dalam industri kerajinan seperti mainan kalung. Isi perut hiu dapat dimanfaatkan dalam pembuatan silase untuk pakan atau kecap.

Rabu, 20 Agustus 2008

Tentang sarang semut lengkap

Sarang Semut (Myrmecodia jack) merupakan tanaman yang berasal dari Papua yang secara tradisional telah digunakan oleh penduduk asli Papua untuk mengobati berbagai penyakit. Dan berdasarkan hasil penelitian modern didapati bahwa tanaman ini mengandung senyawa aktif penting seperti Flavanoid, Tokoferol, Fenolik dan kaya berbagai mineral yang sangat berguna sebagai antioksidan dan anti kanker.
Keunikan Sarang Semut terletak pada interaksi semut yang bersarang pada umbi yang terdapat lorong-lorong didalamnya. Kestabilan suhu di dalamnya membuat koloni semut betah berlama-lama bersarang di dalam tanaman ini. Dalam jangka waktu yang lama terjadilah reaksi kimiawi secara alami antara senyawa yang dikeluarkan semut dengan zat yang terkandung di dalam Sarang Semut, perpaduan inilah yang diduga membuat Sarang Semut ampuh mengatasi berbagai penyakit.
Dilaporkan bahwa ada banyak pengguna Sarang Semut yang mengaku sembuh dari Kanker, Tumor, Stroke, Mimisan, Alergi, Lemah Syahwat, Nyeri Punggung, dan Jantung Bocor. Banyak pula yang mengatakan tak lagi mengalami Gangguan Prostat dan Wasir setelah mengkonsumsi Sarang Semut.
Peminat Sarang Semut tidak hanya datang dari Papua, karena itu mulai awal tahun 2004, Sarang Semut mulai diproduksi dalam jumlah banyak agar mudah dimanfaatkan oleh masyarakat. Saat ini Sarang Semut semakin banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia, bahkan hingga ke Singapura dan Malaysia.
Kehebohan ini pun tidak luput dari perhatian majalah, surat kabar, stasiun televisi dan radio yang berlomba-lomba mengulas tentang khasiat Sarang Semut. Hampir semua media tersebut memberikan komentar positif tentang khasiat Sarang Semut dalam menumpas berbagai penyakit berat dan merupakan sumber obat baru bagi dunia medis. Banyak dari media massa ini menampilkan testimonial dari mereka yang sudah tersembuhkan oleh Sarang Semut.

Sarang Semut merupakan tanaman obat asal Papua yang sangat berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit secara alami dan aman. Secara turun-temurun sebetulnya Sarang Semut telah digunakan sebagai tumbuhan obat oleh masyarakat pedalaman bagian barat Wamena, Papua, seperti suku-suku di Bogondini dan Tolikara.
Ahli gizi Dr. Mien Karmini yang sempat melakukan eksplorasi di Papua pada tahun 1995 menemukan bahwa Sarang Semut sering digunakan sebagai campuran bubur dan minuman sehari-hari. "Sarang Semut dipercaya meningkatkan imunitas tubuh dan memberikan energi", kata Mien. Zat-zat aktif seperti antioksidan, polifenol, dan glikosida yang terkandung dalam Sarang Semut mampu mengontrol beragam penyakit berat. Jenis masing-masing zat aktif itu memang masih terus diteliti dengan metode elusidasi struktur.
Menurut Dr Subagus Wahyuono Apt MSc dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, glikosida berfungsi sebagai imuno stimulan untuk meningkatkan kekebalan tubuh. "Antioksidan itu melindungi sel-sel tubuh agar dapat menjalankan pekerjaan dengan baik. Kalau sel bekerja dengan baik, penyakit yang mengganggu fungsi sel seperti kanker dapat dicegah," ujar Dr Mangestuti Agil Apt MS, dosen Fakultas Farmasi Universitas Airlangga Surabaya.
Menurut entomolog (ahli serangga), Dr Wijaya, Sarang Semut mengandung senyawa antioksidan, vitamin, dan mineral. "Pada semut, antioksidan berperan dalam pembentukan koloni, menjaga tempat telur jauh dari kuman penyakit, sama seperti pada lebah madu," ujar Wijaya. Ia juga menambahkan bahwa Sarang Semut mengandung asam formiat. Hal senada diungkapkan oleh Dr Rosichon Ubaidillah, ahli semut Puslitbang Biologi LIPI. Rosichon yang kerap keluar-masuk hutan Wamena berpendapat bahwa khasiat Sarang Semut mungkin berasal dari Saliva atau kelenjar liur semut dan mikroba yang berasosiasi dengan semut yang tinggal didalam tanaman tersebut.
Ahli pengobatan Cina, Prof Muhammad Yusuf yang telah beberapa kali mendengar tentang Sarang Semut, mengatakan sejak 3.000 tahun silam di Cina tanaman Sarang Semut dan semut sudah dimanfaatkan sebagai obat. "Semut dan Sarang Semut memperbaiki fungsi ginjal. Ginjal mempengaruhi banyak fungsi tubuh," katanya. Willian Aditeja, ahli pengobatan Cina lainnya, mengungkapkan, semut berfungsi menghentikan nyeri, mengatasi rematik, dan melancarkan pembuluh darah.
Sarang Semut Tanaman Nonendemik
Sarang Semut kini menjadi obat baru untuk mengatasi beragam penyakit maut. Itu tak hanya di Wamena, Jayapura, atau kota-kota lain di tanah Papua. Para produsen memperoleh Sarang Semut dengan berburu di hutan-hutan Papua. Sebetulnya, Sarang Semut tak hanya terdapat di Papua. Di pulau terbesar itu keragaman Sarang Semut memang tinggi, 10 varietas terdapat di sana. Selain Myrmecodia pendans yang sudah terbukti berkhasiat secara empiris, di sana juga terdapat M jobiensis, M erinacea, dan M alata. Sebaran Myrmecodia tuberosa terdapat juga di Ambon, Sumatera Barat, Sulawesi Utara, dan Kalimantan.
Budidaya Sarang Semut
Menurut Heny JD Latupapua, peneliti Kebun Biologi Wamena, Sarang Semut memungkinkan untuk dibudidayakan. Sebab, tumbuhan itu berbunga, berbuah, dan berbiji. Itu juga dikemukakan Dr Tukirin Partomiharjo dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Biologi. Doktor ahli epifit dan entomologi alumnus Kagoshima University itu adalah kurator tanaman anggota famili Rubiaceae yang juga kerap mengeksplorasi Sarang Semut.
Di Australia Sarang Semut juga dikembangkan dengan teknologi kultur jaringan. Pengembangbiakan massal melalui kultur jaringan tak mempengaruhi kandungan senyawa aktif sebuah tanaman. Syaratnya dalam budidaya harus dikondisikan (suhu, iklim, intensitas cahaya, nutrisi) seperti habitat aslinya. Dengan pengembangan itu perburuan Sarang Semut di hutan dapat dibatasi.
Dapat diprediksi, ketika popularitasnya melambung, kian banyak orang memburu Sarang Semut. Padahal, selama ini para produsen menyandarkan kontinuitas produksi dari kemurahan alam. Bagi konsumen juga mesti hati-hati lantaran Sarang Semut mudah dipalsukan, bentuknya mirip serbuk kayu biasa berwarna cokelat kehitaman. Sikap itu perlu lantaran peluang Sarang Semut sebagai obat amat besar.
"Dengan adanya bukti empiris ini Sarang Semut merupakan sumber baru obat. Banyak senyawa baru yang belum diketahui (jenisnya) dengan aktivitas tinggi," ujar Dr Muhammad Ahkam Subroto. Oleh karena itu banyak orang yang mendambakan sehat memilih Sarang Semut sebagai jalan pengobatan. (Dari berbagai sumber, sumber utama: Buku "Gempur Penyakit dengan Sarang Semut" Penulis Dr. Ir. Ahkam Subroto, Hendro Saputro)

Uji penapisan kimia dari tumbuhan Sarang Semut menunjukkan bahwa tumbuhan ini mengandung senyawa-senyawa kimia dari golongan flavonoid dan tanin. Hal ini sesuai dengan basil penelitian yang telah dilakukan oleh para peneliti yang mempelajari golongan senyawa ini dalam kaitannya dengan sistem pertahanan diri tumbuhan Sarang Semut.
Flavonoid merupakan golongan senyawa bahan alam dari senyawa fenolik yang banyak merupakan pigmen tumbuhan. Saat ini lebih dari 6.000 senyawa yang berbeda masuk ke dalam golongan flavonoid. Flavonoid merupakan bagian penting dari diet manusia karena banyak manfaatnya bagi kesehatan. Fungsi kebanyakan flavonoid dalam tubuh manusia adalah sebagai antioksidan sehingga sangat baik untuk pencegahan kanker. Manfaat flavonoid antara lain adalah untuk melindungi struktur sel, memiliki hubungan sinergis dengan vitamin C (meningkatkan efektivitas vitamin C), antiinflamasi, mencegah keropos tulang, dan sebagai antibiotik.
Dalam banyak kasus, flavonoid dapat berperan secara langsung sebagai antibiotik dengan mengganggu fungsi dari mikroorganisme seperti bakteri atau virus. Fungsi flavonoid sebagai antivirus telah banyak dipublikasikan, termasuk untuk virus HIV (AIDS) dan virus herpes. Selain itu, flavonoid juga dilaporkan berperan dalam pencegahan dan pengobatan beberapa penyakit lain seperti asma, katarak, diabetes, encok/rematik, migren, wasir, dan periodontitis (radang jaringan ikat penyangga akar gigi). Penelitian­-penelitian mutakhir telah mengungkap fungsi-fungsi lain dari flavonoid, tidak saja untuk pencegahan, tetapi juga untuk pengobatan kanker.
Banyak mekanisme kerja dari flavonoid yang sudah terungkap, misalnya inaktivasi karsinogen, antiproliferasi, penghambatan siklus sel, induksi apoptosis dan diferensiasi, inhibisi angiogenesis, serta pembalikan resistensi multi-obat atau kombinasi dari mekanisme-mekanisme tersebut. Kemampuan Sarang Semut secara empiris untuk pengobatan berbagai jenis kanker atau tumor, TBC, dan encok/rematik diduga kuat berkaitan dengan kandungan flavonoid Sarang Semut.
Komposisi dan Kandungan Senyawa Aktif Tumbuhan Sarang Semut
No
Parameter
Satuan
Nilai
01
Energi
Kkal/ 100 g
350,52
02
Kadar air
g/ 100 g
4,54
03
Kadar abu
g/100 g
11,13
04
Kadar lemak
g/ 100 g
2,64
05
Kadar protein
g/100 g
2,75
06
Kadar karbohidrat
g/100 g
78,94
07
Tokoferol
mg/100 g
31,34
08
Total fenol
g/100 g
0,25
09
Kalsium (Ca)
g/100 g
0.37
10
Natrium (Na)
mg/100 g
68,58
11
Kalium (K)
g/100 g
3,61
12
Seng (Zn)
mg/100 g
1,36
13
Besi (Fe)
mg/100 g
29,24
14
Fosfor (P)
g/100 g
0,99
15
Magnesium (Mg)
g/100 g
1,50
Tanin merupakan astringen, polifenol tanaman berasa pahit yang dapat mengikat dan mengendapkan protein. Umumnya tanin digunakan untuk aplikasi di bidang pengobatan, misalnya untuk pengobatan diare, hemostatik (menghentikan pendarahan), dan wasir. Kemampuan Sarang Semut secara empiris untuk pengobatan ambeien (wasir) dan mimisan diduga kuat berkaitan dengan kandungan taninnya.
Seperti dalam tabel di atas tumbuhan Sarang Semut kaya akan antioksidan tokoferol (vitamin E) sekitar 313 ppm dan beberapa mineral penting untuk tubuh seperti kalsium, natrium, kalium, seng, besi, fosfor, dan magnesium.
Analisis antioksidan dari ekstrak kasar tumbuhan sarang semut dengan menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) menunjukkan bahwa ekstrak tersebut memiliki aktivitas antioksidan sedang, yaitu diperoleh nilai IC50 sebesar 48,6 ppm. Sementara alfa­tokoferol yang merupakan antioksidan kuat dengan nilai IC50 diperoleh angka sebesar 5,1 ppm. IC50 merupakan konsentrasi dari antioksidan yang dapat meredam atau menghambat 50% radikal bebas. Semakin kecil nilai IC50 dari suatu antioksidan maka semakin kuat antioksidan tersebut. Alfa-tokoferol pada konsentrasi 12 ppm telah mampu meredam radikal bebas sebanyak 96% dan persentase inhibisi ini tetap konstan untuk konsentrasi­konsentrasi yang lebih tinggi dari 12 ppm. Hasil penelitian ini mempunyai makna bahwa alfa-tokoferol pada konsentrasi rendah pun telah memiliki aktivitas peredam radikal bebas hingga mendekati 100%.
Dalam sistem metabolisme tubuh, Kalsium berfungsi dalam kerja jantung, impuls saraf, dan pembekuan darah. Besi berfungsi dalam pembentukan hemoglobin, transpor oksigen, aktivator enzim. Fosfor berfungsi dalam penyerapan kalsium dan produksi energi. Natrium memiliki peranan dalam kesetimbangan elektrolit, volume cairan tubuh, dan impuls saraf. Kalium berfungsi dalam ritme jantung, impuls saraf, dan keseimbangan asam-basa. Seng memiliki fungsi dalam sintesis protein, fungsi seksual, penyimpanan insulin, metabolisme karbohidrat, dan penyembuhan luka. Sementara Magnesium memiliki peranan dalam fungsi tulang, hati, otot, transfer air intraseluler, keseimbangan basa, dan aktivitas neuromuskuler.
Fungsi-fungsi mineral tersebut dapat menjelaskan beberapa khasiat lain dari Sarang Semut, misalnya khasiatnya dalam membantu mengatasi berbagai macam penyakit/gangguan jantung, melancarkan haid dan mengobati keputihan, melancarkan peredaran darah, mengobati migren (sakit kepala sebelah), gangguan fungsi ginjal dan prostat, memulihkan kesegaran dan stamina tubuh, serta memulihkan gairah seksual.
Hasil analisis penghambatan aktivitas enzim xanthine oxidase oleh ekstrak tumbuhan Sarang Semut menunjukkan bahwa ekstrak tumbuhan ini dapat menghambat aktivitas enzim xanthine oxidase dengan aktivitas yang setara dengan allopurinol, obat komersial yang digunakan untuk pengobatan asam urat. Diduga senyawa inhibitor xanthine oxidase yang bertanggung jawab dalam mekanisme ini adalah senyawa dari golongan flavonoid. Fenomena ini yang kemungkinan dapat memperkuat khasiat tumbuhan Sarang Semut untuk pengobatan rematik yang telah terbukti secara empiris. (Sumber: Buku "Gempur Penyakit dengan Sarang Semut" Penulis Dr. Ir. Ahkam Subroto, Hendro Saputro)

Dalam uji in vitro, terbukti bahwa Sarang Semut ampuh mengatasi sel kanker. Yang membuktikan keampuhan itu adalah Qui Kim Tran dari Universit National of Hochiminch City dan koleganya Yasuhiro Tezuka, Yuko Harimaya, dan Arjun Hari Banskota. Ketiga orang sejawat Qui itu bekerja di Toyama Medical and Pharmaceutical University
Dalam penelitiannya Qui Kim Tran menggunakan Sarang Semut yang berbobot 2-3 kg, kemudian diekstrak dengan berbagai pelarut seperti air, methanol, dan campuran methanol-air. Mereka lantas menumbuhkan 3 sel kanker yang amat metastesis alias mudah menyebar ke bagian tubuh lain seperti kanker serviks, kanker paru, dan kanker usus. Masing-masing hasil ekstraksi itu lalu diberikan kepada setiap sel kanker. Hasilnya menakjubkan, Sarang Semut mempunyai aktivitas antiproliferasi. Dalam dunia kedokteran, proliferasi berarti pertumbuhan sel yang amat cepat dan abnormal. Kanker memang berarti pertumbuhan sel yang cepat dan tak terkendali. Antiproliferasi berarti menghambat proses perbanyakan sel itu.
Seperti dikutip Biology Pharmaceutical Bulletin, Qui Kim Tran dan rekan-rekannya menuturkan bahwa seluruh ekstrak Sarang Semut menekan proliferasi sel tumor manusia. Dalam uji itu terbukti tingkat efektivitas EC50 mencapai 9,97 mg/ml pada ekstrak methanol. Artinya hanya dengan dosis kecil, 9,97 mg/ml, ekstrak Sarang Semut mampu menekan 50% laju pertumbuhan sel kanker. Sedangkan EC50 pada ekstrak air 22,3 mg/ml; campuran methanol-air, 11,3 mg/ml. Riset tersebut meneguhkan pengalaman empiris banyak orang yang sembuh dari kanker.
Di samping Sarang Semut juga mengandung tokoferol. Tokoferol mirip vitamin E yang berefek antioksidan efektif. Menurut Prof Dr Elin Yulinah Sukandar, guru besar Farmasi ITB, kandungan tokoferol itu cukup tinggi. Tokoferol berfungsi sebagai antioksidan dan antikanker. Ia menangkal serangan radikal bebas dengan cara antidegeneratif, katanya. Senyawa kaya vitamin E itu juga berfaedah sebagai antipenuaan. Bila kita mengkonsumsi banyak lemak dan radikal bebas, dengan adanya tokoferol akan mengatasinya, ujar ahli Ahmad Sulaeman PhD. Doktor ahli nutrisi alumnus University of Nebraska Lincoln itu mengungkapkan, peran vitamin E bagi kesehatan amat vital. Ia mencegah asam lemak tak jenuh, komponen sel membran dari oksidasi oleh radikal bebas.
Dalam segi keamanan konsumen, riset ilmiah yang telah dilakukan oleh Muhammad Ahkam Subroto, doktor alumnus University of New South Wales Sydney, Australia, telah menjamin keamanan dari herba ini. Riset itu membuktikan, konsumsi 3 kali 1 sendok makan Sarang Semut per hari masih sangat aman. Hasil riset tersebut medapati angka LD50 sarang semut amat tinggi sehingga keamanan konsumen terlindungi. Dimana kriteria obat yang bagus jika dosis efektif berjauhan dengan LD50. (Dari berbagai sumber, sumber utama: Buku "Gempur Penyakit dengan Sarang Semut" Penulis Dr. Ir. Ahkam Subroto, Hendro Saputro)

Keladi tikus apa ya..

Khasiat Tanaman Keladi Tikus


Tanaman keladi tikus (Typhonium flagelliforme) adalah tanaman sejenis talas setinggi 25 cm hingga 30 cm, termasuk tumbuhan semak, menyukai tempat yang lembab yang tidak terkena matahari langsung. Tanaman berbatang basah ini biasanya tumbuh di tempat terbuka pada ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut. Bentuk daunnya bulat dengan ujung runcing berbentuk jantung. Warnanya hijau segar. Umbinya berbentuk bulat rata sebesar buah pala. Tanaman ini pertama kali di diriset sebagai tanaman obat oleh ahli dari Malayia, Prof Dr.Chris K.H.Teo,Dip Agric (M), BSc Agric (Hons)(M), MS, PhD yang juga pendiri Cancer Care Penang, Malaysia. Sejak tahun 1995 Prof. Chris Teo meneliti tanaman ini, hasilnya menunjukan Ekstrak Typhonium Flageffiforme dan campuran bahan alami lainnya membantu detoxifikasi jaringan darah. Ramuan ini akan semakin baik bila diberikan bersama-sama dengan bahan herba lain, seperti sambiloto, temu putih dan rumput mutiara. Ramuan ini mengandung ribosome inacting protein (RIP), zat antioksidan dan zat antikurkumin. Kombinasi ketiga zat dalam campuran ramuan tersebut memproduksi mediator yang menstimulasi penguatan sel dalam sistem kekebalan tubuh untuk memberantas sel kanker.Beberapa tahun kemudian, khasiat Keladi Tikus menjadi perbincangan hangat di kalangan ahli pengobatan alami maupun kimia. Apalagi mulai ditemukannya pasien yang sembuh dari penyakit kanker karena mengkonsumsi tanaman ini. Seperti yang diceritakan oleh Drs. Pattopai, pensiunan Departemen Pertanian yang juga menjadi orang pertama yang menemukan tanaman ini di Indonesia. Pria ini memiliki istri yang menederita kanker payudara stadium III dan menjalani kemoterapi. Rasa tersiksa usai menjalani kemoterapi kerap dialaminya, kemudian Pattopai mencari obat alternatif sampai ke Malaysia. Di Malaysia tanpa sengaja ia menemukan sebuah buku yang membahas tentang khasiat tanaman keladi tikus karya Prof. Chris Teo. Setelah kembali ke Indonesia ia segera mencari tanaman tersebut yang akhirnya ia dapat di Pekalongan, Jawa Tengah.Setetelah itu ia meracik tanaman tersebut sesuai yang dianjurkan dalm buku tersebut dan anjuran langsung Prof. Chris Teo. Setelah mengkonsumsi ramuan tersbut perlahan istri Pattopai mulai mengalami penurunan efek samping kemoterapi. Rambutnya tidak lagi rontok dan nafsu makannya kembali. Setelah tiga bulan pengobatan, Pattopai memeriksakan istrinya ke dokter dan hasilnya negatif kanker.Namun beberapa kalangan mengingatkan penggunaan tanaman obat ini. Mereka memang tidak ragu akan khasiatnya. Di Cina tanaman ini di teliti oleh Zhong Z, Zhou G, Chen X, dan Huang P dari Guangxi Institute of Traditional Medical and Pharmaceutical Sciences, Nanning. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek farmakologisnya. Diketahui bahwa ekstrak air dan alkohol dari Typhonium flagelliforme mempunyai efek mencegah batuk, menghilangkan dahak, analgesik, bersifat sedatife dan antiinflamasi, dan bersifat sedatif. Pada konsentrasi 720 g/kg ekstrak air, 900 g/kg ekstrak alkohol dan 3240 g/kg ekstrak ester tanaman ini dapat meracuni tubuh. Lain lagi menurut Angela Riwu Kaho PhD, Ahli Kimia Natural peniliti zat anti tumor dari Ohio State University, ekstrak Typhonium flagelliforme memang mengandung zat anti kanker namun konsentrasinya lemah. Hasil penelitiannya ini pernah di publikasikan di jurnal kesehatan Phytotheraphy Research pada Mei 2001.(disarikan dari berbagi sumber, yayat)

Mentimun laut

Penggunaan Teripang (Gamat, Sea Cucumber) sebagai antiseptik tradisional dan obat serbaguna untuk berbagai penyakit sudah dikenal sejak 500 tahun yang lalu pada masyarakat Pulau Langkawi, yaitu sebuah pulau kecil di Semenanjung Malaya (Malaysia).
Biasanya, Air Sea Cucumber diminumkan kepada wanita sehabis melahirkan untuk menghentikan pendarahan, dan mempercepat proses penyembuhan luka khitan pada anak laki-laki masyarakat Pulau Langkawi. Pada waktu itu, air Sea Cucumber (teripang, gamat) masih diolah secara tradisional sehingga memiliki kelemahan, seperti warna tidak menarik, dan berbau tidak sedap.
Saat ini, pabrik GnE telah menemukan teknologi tinggi pengolahan Sea Cucumber yang menghasilkan produk extract Teripang/Sea Cucumber (Gold-G Sea Cucumber Jelly) yang berkualitas, berwarna jernih dan tidak berbau, serta tidak mengurangi khasiat dan kandungan gizi yang terkandung di dalamnya.

Lebih tau lagi tentang spirulina

Spirulina mengandung 5 zat gizi utama, yaitu: Karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan 4 pigmen alami, yaitu: Beta karoten, klorofil, xantofil, dan fikosianin.
Kaya Zat Besi, 60-68 kali lebih tinggi dibanding zat besi pada bayam.
Kaya antioksidan Beta Karoten, 25 kali dibanding Beta Karoten pada wortel.
Kaya Kalsium, 5 kali lebih tinggi dibanding kalsium pada susu sapi.
Kaya Vitamin B Komplek, 6 kali lebih tinggi dibanding vitamin B Komplek pada hati sapi.
Kaya Klorofil, 2 kali lebih tinggi dibanding klorofil pada Alfalfa.
Kaya Gama Linoleat, 3 kali lebih tinggi dibanding Gama Linoleat pada EPO.
Kaya Vitamin E, 3 kali lebih tinggi dibanding gandum.
Kaya Mineral Kalium, 10 kali lebih tinggi dibanding sayuran.
Kaya Omega 3, 6, dan 9, 49% lebih tinggi dibanding FLO (Fish Liver Oil)
Kaya SOD (Super Oxyde Dismutase).
Dengan kandungan gizi dan pigmen alami, Cyano Spirulina memiliki kemampuan sebagai:
Antioksidan: Mencegah kerusakan sel (radikal bebas) dan meningkatkan daya tahan tubuh.
Phytonutrient: Meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah kanker dan radikal bebas.
Neutraceutical: Meningkatkan ketahanan tubuh, mencegah kanker dan anti radiaasi.
Enzyme S.O.D.: Super Oxyde Dismutase yang mempunya aktifitas jauh lebih kuat dari antioksidan pencegah kanker yang kuat dengan cara mencegah terjadinya mutasi genetic secara aktif pada tubuh.
Selain kandungan gizi yang tinggi, Cyano Spirulina juga memiliki beberapa keunggulan, yaitu :
Mudah dicerna & diserap tubuhCyano Spirulina adalah tumbuhan yang memiliki dinding sel yang sangat lunak sehingga sangat mudah dicerna oleh pencernaan bayi dan orang lanjut usia, mudah diserap dan membantu peredaran darah.
Raja Makanan BeralkaliCyano Spirulina adalah makanan yang paling alkali dibandingkan sayur dan buah lain yang tumbuh di bumi, seperti bayam, wortel, apel, kedelai, teh, dan tumbuhan air tawar. Dengan pH yang sangat alkali, Cyano Spirulina memberikan keuntungan bagi mereka yang mengalami gangguan pencernaan terutama masalah lambung, pH tubuh terlalu asan dan darah terlalu kental sehingga peredaran darah tidak lancer.
Pengendalian & Pengawasan Mutu menjadikan Cyano Spirulina No. 1 di Dunia
Spesies yang unggul : seleksi selama 16 tahun untuk memperoleh spesies terbaik dari 6000 generasi.
Alam sekitar : menggunakan media air laut dari tengah samudra yang bebas polusi, campuran dari air laut dengan kedalaman 2000 kaki dan air tawar yang bersih. Kolam yang luas dengan kedalaman 20 cm untuk menjamin cahaya matahari & karbon dioksida yang cukup.
Teknologi : menggunakan teknologi Ocean Chill Drying, yaitu pengeringan pada suhu rendah untuk mempertahankan kestabilan zat gizi dan menjadikan satu-satunya produk Spiruluna yang bebas garam.
Pengendalian Mutu : dengan standar yang tinggi dan ketat untuk menjamin mutu sepanjang masa.
The Manna Of Good
Spesies terbaik yang diperoleh dari seleksi selama 16 tahun dari 6000 generasi spesies.
Sumber protein superior di dunia.
Direkomendasikan oleh 20.000 dokter di dunia.
Raja makanan beralkali.
Mudah dicerna dan diserap tubuh.
Kaya Antioksidan.
Harap hemat bandwith ---------------------- Berikut ini sebuah artikel mengenai obat kanker, dengan cara pengobatan alternatif. Silahkan disebarluaskan, mudah-mudahan bermanfaat. ========================= Kanker tidak lagi mematikan. Para penderita kanker di Indonesia dapat memiliki harapan hidup yang lebih lama dengan ditemukannya tanaman "keladi tikus" (Typhonium Flagelliforme/Rodent Tuber) sebagai tanaman obat yang dapat menghentikan dan mengobati berbagai penyakit kanker dan berbagai penyakit berat lain. Tanaman sejenis talas dengan tinggi maksimal 25 sampai 30 sentimeter ini hanya tumbuh di semak yang tidak terkena sinar matahari langsung. "Tanaman ini sangat banyak ditemukan di Pulau Jawa," kata Drs.Patoppoi Pasau, orang pertama yang menemukan tanaman itu di Indonesia. Tanaman obat ini telah diteliti sejak tahun 1995 oleh Prof Dr Chris K.H. Teo,Dip Agric (M), BSc Agric (Hons)(M), MS, PhD dari Universiti Sains Malaysia dan juga pendiri Cancer Care Penang, Malaysia. Lembaga perawatan kanker yang didirikan tahun 1995 itu telah membantu ribuan pasien dari Malaysia, Amerika, Inggris, Australia, Selandia Baru, Singapura, dan berbagai negara di dunia. Di Indonesia, tanaman ini pertama ditemukan oleh Patoppoi di Pekalongan, Jawa Tengah. Ketika itu, istri Patoppoi mengidap kanker payudara stadium III dan harus dioperasi 14 Januari 1998. Setelah kanker ganas tersebut diangkat melalui operasi, istri Patoppoi harus menjalani kemoterapi (suntikan kimia untuk membunuh sel, Red) untuk menghentikan penyebaran sel-sel kanker tersebut. "Sebelum menjalani kemoterapi, dokter mengatakan agar kami menyiapkan wig (rambut palsu) karena kemoterapi akan mengakibatkan kerontokan rambut, selain kerusakan kulit dan hilangnya nafsu makan," jelas Patoppoi. Selama mendampingi istrinya menjalani kemoterapi, Patoppoi terus berusaha mencari pengobatan alternatif sampai akhirnya dia mendapatkan informasi mengenai penggunaan teh Lin Qi di Malaysia untuk mengobati kanker. "Saat itu juga saya langsung terbang ke Malaysia untuk membeli teh tersebut," ujar Patoppoi yang juga ahli biologi. Ketika sedang berada di sebuah toko obat di Malaysia, secara tidak sengaja dia melihat dan membaca buku mengenai pengobatan kanker yang berjudul Cancer, Yet They Live karangan Dr Chris K.H. Teo terbitan 1996. "Setelah saya baca sekilas, langsung saja saya beli buku tersebut. Begitu menemukan buku itu, saya malah tidak Jadi membeli teh Lin Qi, tapi langsung pulang ke Indonesia," kenang Patoppoi sambil tersenyum. Di buku itulah Patoppoi membaca khasiat typhonium flagelliforme itu. Berdasarkan pengetahuannya di bidang biologi, pensiunan pejabat Departemen Pertanian ini langsung menyelidiki dan mencari tanaman tersebut. Setelah menghubungi beberapa koleganya di berbagai tempat, familinya di Pekalongan Jawa Tengah, balas menghubunginya. Ternyata, mereka menemukan tanaman itu disana. Setelah mendapatkan tanaman tersebut dan mempelajarinya lagi, Patoppoi menghubungi Dr. Teo di Malaysia untuk menanyakan kebenaran tanaman yang ditemukannya itu. Selang beberapa hari, Dr Teo menghubungi Patoppoi dan menjelaskan bahwa tanaman tersebut memang benar Rodent Tuber. "Dr Teo mengatakan agar tidak ragu lagi untuk menggunakannya sebagai obat," lanjut Patoppoi. Akhirnya, dengan tekad bulat dan do'a untuk kesembuhan, Patoppoi mulai memproses tanaman tersebut sesuai dengan langkah-langkah pada buku tersebut untuk diminum sebagai obat. Kemudian Patoppoi menghubungi putranya, Boni Patoppoi di Buduran, Sidoarjo untuk ikut mencarikan tanaman tersebut. "Setelah melihat ciri-ciri tanaman tersebut, saya mulai mencari di pinggir sungai depan rumah dan langsung saya dapatkan tanaman tersebut tumbuh liar di pinggir sungai," kata Boni yang mendampingi ayahnya saat itu. Selama mengkonsumsi sari tanaman tersebut, isteri Patoppoi mengalami penurunan efek samping kemoterapi yang dijalaninya. Rambutnya berhenti rontok, kulitnya tidak rusak dan mual-mual hilang. "Bahkan nafsu makan ibu saya pun kembali normal," lanjut Boni. Setelah tiga bulan meminum obat tersebut, isteri Patoppoi menjalani pemeriksaan kankernya. "Hasil pemeriksaan negatif, dan itu sungguh mengejutkan kami dan dokter-dokter di Jakarta," kata Patoppoi. Para dokter itu kemudian menanyakan kepada Patoppoi, apa yang diberikan pada isterinya. "Malah mereka ragu, apakah mereka telah salah memberikan dosis kemoterapi kepada kami," lanjut Patoppoi. Setelah diterangkan mengenai kisah tanaman Rodent Tuber, para dokter pun mendukung Pengobatan tersebut dan menyarankan agar mengembangkannya. Apalagi melihat keadaan isterinya yang tidak mengalami efek samping kemoterapi yang sangat keras tersebut. Dan pemeriksaan yang seharusnya tiga bulan sekali diundur menjadi enam bulan sekali."Tetapi karena sesuatu hal, para dokter tersebut tidak mau mendukung secara terang-terangan penggunaan tanaman sebagai pengobatan alternatif," sambung Boni sambil tertawa. Setelah beberapa lama tidak berhubungan, berdasarkan peningkatan keadaan isterinya, pada bulan April 1998, Patoppoi kemudian menghubungi Dr.Teo melalui fax untuk menginformasikan bahwa tanaman tersebut banyak terdapat di Jawa dan mengajak Dr. Teo untuk menyebarkan penggunaan tanaman ini di Indonesia. Kemudian Dr. Teo langsung membalas fax kami, tetapi mereka tidak tahu apa yang harus mereka perbuat, karena jarak yang jauh," sambung Patoppoi. Meskipun Patoppoi mengusulkan agar buku mereka diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dan disebar-luaskan di Indonesia, Dr. Teo menganjurkan agar kedua belah pihak bekerja sama dan berkonsentrasi dalam usaha nyata membantu penderita kanker di Indonesia. Kemudian, pada akhir Januari 2000 saat Jawa Pos mengulas habis mengenai meninggalnya Wing Wiryanto, salah satu wartawan handal Jawa Pos, Patoppoi sempat tercengang. Data-data rinci mengenai gejala, penderitaan, pengobatan yang diulas di Jawa Pos, ternyata sama dengan salah satu pengalaman pengobatan penderita kanker usus yang dijelaskan di buku tersebut. Dan eksperimen pengobatan tersebut berhasil menyembuhkan pasien tersebut. "Lalu saya langsung menulis di kolom Pembaca Menulis di Jawa Pos," ujar Boni. Dan tanggapan yang diterimanya benar-benar diluar dugaan. Dalam sehari, bisa sekitar 30 telepon yang masuk. "Sampai saat ini, sudah ada sekitar 300 orang yang datang ke sini," lanjut Boni yang beralamat di Jl. KH. Khamdani, Buduran Sidoarjo. Pasien pertama yang berhasil adalah penderita Kanker Mulut Rahim stadium dini. Setelah diperiksa, dokter mengatakan harus dioperasi. Tetapi karena belum memiliki biaya dan sambil menunggu rumahnya laku dijual untuk biaya operasi, mereka datang setelah membaca Jawa Pos. Setelah diberi tanaman dan cara meminumnya, tidak lama kemudian pasien tersebut datang lagi dan melaporkan bahwa dia tidak perlu dioperasi, karena hasil pemeriksaan mengatakan negatif. Berdasarkan animo masyarakat sekitar yang sangat tinggi, Patoppoi berusaha untuk menemui Dr. Teo secara langsung. Atas bantuan Direktur Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan Departemen Kesehatan, Sampurno, Patoppoi dapat menemui Dr. Teo di Penang, Malaysia. Di kantor Pusat Cancer Care Penang, Malaysia, Patoppoi mendapat penerangan lebih lanjut mengenai riset tanaman yang saat ditemukan memiliki nama Indonesia. Ternyata saat Patoppoi mendapat buku "Cancer, Yet They Live" edisi revisi tahun 1999, fax yang dikirimnya di masukkan dalam buku tersebut, serta pengalaman isterinya dalam usahanya berperang melawan kanker. Dari pembicaraan mereka, Dr. Teo merekomendasi agar Patoppoi mendirikan perwakilan Cancer Care di Jakarta dan Surabaya. Maka secara resmi, Patoppoi dan putranya diangkat sebagai perwakilan lembaga sosial Cancer Care Indonesia, yang juga disebutkan dalam buletin bulanan Cancer Care, yaitu di Jl. Kayu Putih 4 No. 5, Jakarta, telp. 021-4894745, dan di Buduran, Sidoarjo. Cancer Care Malaysia telah mengembangkan bentuk pengobatan tersebut secara lebih canggih. Mereka telah memproduksi ekstrak Keladi Tikus dalam bentuk pil dan teh bubuk yang dikombinasikan dengan berbagai tananaman lainnya dengan dosis tertentu. "Dosis yang diperlukan tergantung penyakit yang diderita," kata Boni. Untuk mendapatkan obat tersebut, penderita harus mengisi formulir yang menanyakan keadaan dan gejala penderita dan akan dikirimkan melalui fax ke Dr. Teo. "Formulir tersebut dapat diisi disini, dan akan kami fax-kan. Kemudian Dr. Teo sendiri yang akan mengirimkan resep sekaligus obatnya, dengan harga langsung dari Malaysia, sekitar 40-60 Ringgit Malaysia," lanjut Boni. "Jadi pasien hanya membayar biaya fax dan obat, kami tidak menarik keuntungan, malahan untuk yang kurang mampu, Dr.Teo bisa memberikan perpanjangan waktu pembayaran." tambahnya. Sebenarnya pengobatan ini juga didukung dan sedang dicoba oleh salah satu dokter senior di Surabaya, pada pasiennya yang mengidap kanker ginjal. Ada dua pasien yang sedang dirawat dokter yang pernah menjabat sebagai direktur salah satu rumah sakit terbesar di Surabaya ini. Pasien pertama yang mengidap kanker rahim tidak sempat diberi pengobatan dengan keladi tikus, karena telah ditangani oleh rekan-rekan dokter yang telah memiliki reputasi. Setelah menjalani kemoterapi dan radiologi, pasien tersebut mengalami kerontokan rambut, kulit rusak dan gatal, dan selalu muntah. Tetapi pada pasien kedua yang mengidap kanker ginjal, dokter ini menanganinya sendiri dan juga memberikan pil keladi tikus untuk membantu proses penyembuhan kemoterapi. Pada pasien kedua ini, tidak ditemui berbagai efek yang dialami penderita pertama, bahkan pasien tersebut kelihatan normal. Tetapi dokter ini menolak untuk diekspos karena menurutnya, pengobatan ini belum resmi diteliti di Indonesia. Menurutnya, jika rekan-rekannya mengetahui bahwa dia memakai pengobatan alternatif, mereka akan memberikan predikat sebagai "ter-kun" atau dokter-dukun. "Disinilah gap yang terbuka antara pengobatan konvensional dan modern," kata dokter tersebut. Banyak hal menarik yang dialami Boni selama menerima dan memberikan bantuan kepada berbagai pasien. Bahkan ada pecandu berat putaw dan sabu-sabu di Surabaya, yang pada akhirnya pecandu tersebut mendapat kanker paru-paru. Setelah mendapat vonis kanker paru-paru stadium III, pasien tersebut mengkonsumsi pil dan teh dari Cancer Care. Hasilnya cukup mengejutkan, karena ternyata obat tersebut dapat mengeluarkan racun narkoba dari peredaran darah penderita dan mengatasi ketergantungan pada narkoba tersebut. "Tapi, jika pecandu sudah bisa menetralisir racun dengan keladi tikus, dia tidak boleh memakai narkoba lagi, karena pasti akan timbul resistensi. Jadi jangan seperti kebo, habis mandi berkubang lagi," sambung Boni sambil tertawa. Juga ada pengalaman pasien yang meraung-raung kesakitan akibat serangan kanker yang menggerogotinya, karena obat penawar rasa sakit sudah tidak mempan lagi. Setelah diberi minum sari keladi tikus, beberapa saat kemudian pasien tersebut tenang dan tidak lagi merasa kesakitan. Menurut data Cancer Care Malaysia, berbagai penyakit yang telah disembuhkan adalah berbagai kanker dan penyakit berat seperti kanker payudara, paru-paru, usus besar-rectum, liver, prostat, ginjal, leher rahim, tenggorokan, tulang, otak, limpa, leukemia, empedu, pankreas, dan hepatitis. Jadi diharapkan agar hasil penelitian yang menghabiskan milyaran Ringgit Malaysia selama 5 tahun dapat benar-benar berguna bagi dunia kesehatan. Bagi teman-teman yang memerlukan informasi lebih lanjut sehubungan dengan artikel "Obat Kanker" bisa menghubungi perwakilan lembaga sosial "Cancer Care Indonesia" beralamat di Jl. Kayu Putih 4 no. 5 Jakarta, telp : 021-4894745.